Kec. Aluh Aluh
Kab. Banjar - Kalimantan Selatan
| Hari ini | : | 92 |
| Kemarin | : | 43 |
| Total | : | 92.783 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.222 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Identitas
Desa
Aparatur
Desa
Ruang
Lapor
| Nama Desa | : | Aluh Aluh Besar |
| Kode Desa | : | 6303012012 |
| Kecamatan | : | Aluh Aluh |
| Kode Kecamatan | : | 630301 |
| Kabupaten | : | Banjar |
| Kode Kabupaten | : | 6303 |
| Provinsi | : | Kalimantan Selatan |
| Kode Provinsi | : | 63 |
| Kode Pos | : | 70655 |
HARUN. S.AP
H. RUSYIDA, S.Pd
NURLIANA, ST
SYARWANI, S.Pd
NORMASARI, SE.I
ABDULLAH
HUSAINI
MUHAMMAD SYAMSUDIN
GANDI

Layanan Pengaduan
Jl. Inpres RT. 03, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar - Provinsi Kalimantan Selatan
Administrator | 02 April 2026 | 23 Kali dibuka
Administrator
02 April 2026
23 Kali dibuka
Nama Kecamatan Aluh-Aluh di Kabupaten Banjar bukan sekadar penanda wilayah. Di balik rawa-rawa, sungai, dan desa-desa yang kini ramai aktivitas nelayan, tersimpan sejarah panjang, kisah migrasi, legenda rakyat, hingga cerita kriminal yang membuatnya pernah dijuluki “Texasnya Borneo”.
Sejarawan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Mursalin menegaskan Aluh-Aluh adalah salah satu wilayah tertua di Kalimantan Selatan. “Awalnya hanya ada satu kampung bernama Kampung Aluh-Aluh, dihuni etnis Dayak Bakumpai yang masuk Islam,” ujarnya.
Meski tidak ditemukan catatan resmi sebelum 1890-an, nama Aluh-Aluh sudah tercantum dalam peta “Bandjermasin” terbitan Stamler tahun 1893.
Dalam peta itu, Kampung Aloeh-Aloeh sudah digambarkan lengkap dengan Sungai Aluh-Aluh Kecil dan Besar. Versi lain menyebut nama itu baru muncul dalam peta Stamler terbitan tahun 1898.
“Peta Belanda menunjukkan sejak masa kolonial, Kampung Aluh-Aluh sudah mulai didatangi pendatang dari Hulu Sungai,” jelas Mursalin yang juga anggota Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kalsel. Kini, Kecamatan Aluh-Aluh terdiri dari 19 desa, termasuk Podok, Terapu, Kuin Besar, dan Tanipah.
Sejarah Aluh-Aluh tak hanya soal migrasi dan perkembangan desa. Pada dekade 1970–1990-an, kawasan ini dikenal dengan reputasi kelam. Letaknya terpencil, berbatasan dengan laut, serta penduduk yang masih jarang membuat Aluh-Aluh rawan aksi kriminal.
“Sebagian besar warga saat itu adalah nelayan. Perairan digunakan untuk distribusi ikan, sekaligus jalur perompak beraksi,” kata Mursalin.
Para perompak bersenjata tajam sering mengepung perahu nelayan di tengah laut, dan merampas hasil tangkapan. Namun, aksi perompak ini justru dianggap lumrah oleh warga. “Para perompak tidak mengganggu kampung. Warga tetap memilih tinggal di sana, karena sudah turun-temurun,” ungkapnya.
Mursalin menambahkan, sejarah Aluh-Aluh juga sarat dengan kisah kriminal era kolonial. Dalam buku Verzameling der merkwaardigste vonnissen (1865), nama Aluh-Aluh disebut terkait pemberontak perang Banjar. Salah satunya adalah Sakat, pemuda berusia 25 tahun asal Aloeh-Aloeh Besar, yang divonis bersalah karena bersekongkol merencanakan serangan bersenjata terhadap benteng kolonial Schans van Tuijl di Banjarmasin.
“Tradisi merompak di perairan ini tidak terlepas dari sejarah panjang kawasan pesisir yang strategis. Bahkan, Pangeran Amir dalam catatan sejarah Banjar juga dikenal memanfaatkan jalur sungai untuk merompak kapal-kapal Kesultanan,” jelas Mursalin.
Namun diakuinya, sebutan Aloeh Aloeh Besar di sana masih belum ada kepastian apakah daerah yang sekarang bernama Aluh-Aluh. “Itu adalah data dari sumber paling tua yang saya temukan. Tahun 1865, memang disebut Aloeh Aloeh Besar, tapi masih jadi pertanyaan apakah itu daerah yang sama dengan Aluh Aluh sekarang. Karena datanya memang sangat minim,” tukasnya.
“Menurut tokoh Desa Podok, H Nanang, dulunya kampung ini dipenuhi tanaman waluh. Dari Kampung Waluh, lama-kelamaan penyebutannya berubah menjadi Aluh-Aluh,” jelas dosen Pendidikan Sejarah ULM itu.
Versi lain datang dari tokoh masyarakat H Miftah. Ia menyebut nama Aluh-Aluh berasal dari ikan besar bernama “Haluh-Haluh” yang dulu banyak ditemukan di perairan setempat. Ada juga cerita lisan menyebut nama ini berasal dari seorang perempuan Banjar yang berjasa bagi kampung tersebut. “Memang tidak ada catatan resmi. Semua cerita diwariskan turun-temurun,” sebut Mansyur.
Sejarah Aluh-Aluh tak lepas dari Desa Podok, wilayah tertua di kecamatan ini. Menurut sesepuh di sana, Kai Rahman, awalnya hanya ada tujuh rumah di Podok. Para pendatang datang untuk mencari daun nipah sebagai atap rumah, lalu membuka lahan pertanian dan memutuskan menetap.
Nama Podok sendiri punya dua versi. Ada yang percaya berasal dari kata “puduk” (orang duduk) merujuk pada penampakan makhluk tak kasat mata. Versi lain menyebut nama ini berasal dari tumpukan atap nipah, yang dalam bahasa Bakumpai disebut “Podok”.
Menurut keterangan Diham, pananambaan (sesepuh adat) Desa Podok, orang-orang Podok adalah orang Bahari, atau Dayak Pantai yang masuk Islam. Mereka diyakini sebagai cikal bakal penduduk Aluh-Aluh.
Mansyur menduga migrasi orang Bahari ini terkait gejolak politik di Kesultanan Banjar. Intrik kekuasaan di istana mendorong perpindahan penduduk ke daerah-daerah pesisir seperti Aluh-Aluh dan Podok.
Kini, Aluh-Aluh adalah kecamatan yang membawahi 19 desa, dan dikenal dengan keindahan rawa dan pesisirnya.
Di balik nama itu, kata Mansyur, tersimpan lapisan sejarah dari kampung kecil yang dihuni orang Bakumpai, cerita rakyat soal ikan raksasa dan perempuan Banjar, hingga catatan kolonial tentang pemberontak dan perompak sungai.
“Nama Aluh-Aluh bukan sekadar sebutan tempat. Ia adalah memori kolektif tentang perjalanan budaya, migrasi, dan dinamika sosial masyarakat Banjar,” tutup Mansyur.
Editor: Eddy Hardiyanto
Populasi
HARUN. S.AP
H. RUSYIDA, S.Pd
NURLIANA, ST
SYARWANI, S.Pd
NORMASARI, SE.I
ABDULLAH
HUSAINI
MUHAMMAD SYAMSUDIN
GANDI
Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Belum ada agenda terdata
Selamat atas keberhasilan Aluh aluh besar merayakan Hari Kemerdeakaan 2016!...
| Hari ini | : | 92 |
| Kemarin | : | 43 |
| Total | : | 92.783 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.222 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
| Latitude | : | -3.456390285565722 |
| Longitude | : | 114.523823261261 |
Desa Aluh Aluh Besar, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar - Kalimantan Selatan
Perayaan Hari
02 April 2026 10:59:10
Perayaan Hari...