Desa Aluh Aluh Besar

Kec. Aluh Aluh
Kab. Banjar - Kalimantan Selatan

Info
Selamat datang di desa " Aluh aluh Besar "

Artikel

Aluh-Aluh Pernah Dijuluki Texasnya Borneo, Bagaimana Sejarahnya

Administrator

02 April 2026

23 Kali dibuka

Kamis, 28 Ags 2025 07:38 WIB
Aluh-Aluh Pernah Dijuluki Texasnya Borneo, Bagaimana Sejarahnya?

 

FOTO JADUL: Aktivitas warga Banjar sedang mengayuh sampan atau jukung yang diduga di perairan Sungai Barito dekat Aluh-Aluh.

Nama Kecamatan Aluh-Aluh di Kabupaten Banjar bukan sekadar penanda wilayah. Di balik rawa-rawa, sungai, dan desa-desa yang kini ramai aktivitas nelayan, tersimpan sejarah panjang, kisah migrasi, legenda rakyat, hingga cerita kriminal yang membuatnya pernah dijuluki “Texasnya Borneo”.

Sejarawan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Mursalin menegaskan Aluh-Aluh adalah salah satu wilayah tertua di Kalimantan Selatan. “Awalnya hanya ada satu kampung bernama Kampung Aluh-Aluh, dihuni etnis Dayak Bakumpai yang masuk Islam,” ujarnya.

Meski tidak ditemukan catatan resmi sebelum 1890-an, nama Aluh-Aluh sudah tercantum dalam peta “Bandjermasin” terbitan Stamler tahun 1893.

Dalam peta itu, Kampung Aloeh-Aloeh sudah digambarkan lengkap dengan Sungai Aluh-Aluh Kecil dan Besar. Versi lain menyebut nama itu baru muncul dalam peta Stamler terbitan tahun 1898.

“Peta Belanda menunjukkan sejak masa kolonial, Kampung Aluh-Aluh sudah mulai didatangi pendatang dari Hulu Sungai,” jelas Mursalin yang juga anggota Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kalsel. Kini, Kecamatan Aluh-Aluh terdiri dari 19 desa, termasuk Podok, Terapu, Kuin Besar, dan Tanipah.

Sejarah Aluh-Aluh tak hanya soal migrasi dan perkembangan desa. Pada dekade 1970–1990-an, kawasan ini dikenal dengan reputasi kelam. Letaknya terpencil, berbatasan dengan laut, serta penduduk yang masih jarang membuat Aluh-Aluh rawan aksi kriminal.

“Sebagian besar warga saat itu adalah nelayan. Perairan digunakan untuk distribusi ikan, sekaligus jalur perompak beraksi,” kata Mursalin.

Para perompak bersenjata tajam sering mengepung perahu nelayan di tengah laut, dan merampas hasil tangkapan. Namun, aksi perompak ini justru dianggap lumrah oleh warga. “Para perompak tidak mengganggu kampung. Warga tetap memilih tinggal di sana, karena sudah turun-temurun,” ungkapnya.

Mursalin menambahkan, sejarah Aluh-Aluh juga sarat dengan kisah kriminal era kolonial. Dalam buku Verzameling der merkwaardigste vonnissen (1865), nama Aluh-Aluh disebut terkait pemberontak perang Banjar. Salah satunya adalah Sakat, pemuda berusia 25 tahun asal Aloeh-Aloeh Besar, yang divonis bersalah karena bersekongkol merencanakan serangan bersenjata terhadap benteng kolonial Schans van Tuijl di Banjarmasin.

“Tradisi merompak di perairan ini tidak terlepas dari sejarah panjang kawasan pesisir yang strategis. Bahkan, Pangeran Amir dalam catatan sejarah Banjar juga dikenal memanfaatkan jalur sungai untuk merompak kapal-kapal Kesultanan,” jelas Mursalin.

Namun diakuinya, sebutan Aloeh Aloeh Besar di sana masih belum ada kepastian apakah daerah yang sekarang bernama Aluh-Aluh. “Itu adalah data dari sumber paling tua yang saya temukan. Tahun 1865, memang disebut Aloeh Aloeh Besar, tapi masih jadi pertanyaan apakah itu daerah yang sama dengan Aluh Aluh sekarang. Karena datanya memang sangat minim,” tukasnya.

Jejak Podok dan Migrasi Orang BahariKetua Lembaga Kajian Sejarah Sosial dan Budaya (LKS2B) Kalimantan, Mansyur menyebut asal-usul nama Aluh-Aluh berlapis versi. Dalam buku Perempuan Banjar dalam Dekapan Penyakit Kelalah: Etnik Banjar (2016), nama Aluh-Aluh diyakini berasal dari kata “waluh”, sebutan lokal untuk labu kuning.

“Menurut tokoh Desa Podok, H Nanang, dulunya kampung ini dipenuhi tanaman waluh. Dari Kampung Waluh, lama-kelamaan penyebutannya berubah menjadi Aluh-Aluh,” jelas dosen Pendidikan Sejarah ULM itu.

Versi lain datang dari tokoh masyarakat H Miftah. Ia menyebut nama Aluh-Aluh berasal dari ikan besar bernama “Haluh-Haluh” yang dulu banyak ditemukan di perairan setempat. Ada juga cerita lisan menyebut nama ini berasal dari seorang perempuan Banjar yang berjasa bagi kampung tersebut. “Memang tidak ada catatan resmi. Semua cerita diwariskan turun-temurun,” sebut Mansyur.

Sejarah Aluh-Aluh tak lepas dari Desa Podok, wilayah tertua di kecamatan ini. Menurut sesepuh di sana, Kai Rahman, awalnya hanya ada tujuh rumah di Podok. Para pendatang datang untuk mencari daun nipah sebagai atap rumah, lalu membuka lahan pertanian dan memutuskan menetap.

Nama Podok sendiri punya dua versi. Ada yang percaya berasal dari kata “puduk” (orang duduk) merujuk pada penampakan makhluk tak kasat mata. Versi lain menyebut nama ini berasal dari tumpukan atap nipah, yang dalam bahasa Bakumpai disebut “Podok”.

Menurut keterangan Diham, pananambaan (sesepuh adat) Desa Podok, orang-orang Podok adalah orang Bahari, atau Dayak Pantai yang masuk Islam. Mereka diyakini sebagai cikal bakal penduduk Aluh-Aluh.

Mansyur menduga migrasi orang Bahari ini terkait gejolak politik di Kesultanan Banjar. Intrik kekuasaan di istana mendorong perpindahan penduduk ke daerah-daerah pesisir seperti Aluh-Aluh dan Podok.

Kini, Aluh-Aluh adalah kecamatan yang membawahi 19 desa, dan dikenal dengan keindahan rawa dan pesisirnya.

Di balik nama itu, kata Mansyur, tersimpan lapisan sejarah dari kampung kecil yang dihuni orang Bakumpai, cerita rakyat soal ikan raksasa dan perempuan Banjar, hingga catatan kolonial tentang pemberontak dan perompak sungai.

“Nama Aluh-Aluh bukan sekadar sebutan tempat. Ia adalah memori kolektif tentang perjalanan budaya, migrasi, dan dinamika sosial masyarakat Banjar,” tutup Mansyur.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

HARUN. S.AP

Sekretaris Desa

H. RUSYIDA, S.Pd

KAUR KEUANGAN

NURLIANA, ST

KASI PEMERINTAHAN

SYARWANI, S.Pd

KAUR UMUM DAN PERENCANAAN

NORMASARI, SE.I

KASI PELAYANAN DAN KESRA

ABDULLAH

KEPALA LINGKUNGAN I

HUSAINI

STAF KANTOR

MUHAMMAD SYAMSUDIN

STAF UMUM

GANDI

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Aluh Aluh Besar

Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Peta Desa

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-3.456390285565722
Longitude:114.523823261261

Desa Aluh Aluh Besar, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar - Kalimantan Selatan

Buka Peta

Wilayah Desa